Pages

BARANG SIAPA BERJALAN DENGAN BENAR, TUHAN AKAN MENJADIKAN HIDUPNYA MENJADI BERKAT BAGI ORANG LAIN.

Translate

Minggu, 13 Januari 2013

MENGHAKIMI SESAMA


Matius 7:1 adalah satu dari ayat Alkitab yang terkenal, yang merupakan kutipan di dalam Perjanjian Baru yang menyimpulkan agar tidak menghakimi sesama agar kita juga tidak dihakimi juga nanti.  Banyak yang mengutip ayat ini dan menyimpulkan bahwa tidak ada manusia yang boleh menghakimi kecuali Allah sendiri, karena jika manusia menghakimi sesama berarti melakukan kejahatan dan itu adalah pelanggaran kepada Hukum Allah.  Apakah pernyataan diatas itu bisa dibenarkan?  Benarkah pernyataan yang menganggap bahwa memang satu kejahatan jika kita manusia menghakimi orang lain?


Di dalam buku Roma 3:23 Firman Tuhan berkata dengan jelas bahwa kita semua sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Inilah alasan yang dapat diterima mengapa manusia tidak pantas menghakimi sesama.  Karena hanya orang atau oknum yang tidak bersalah saja yang bisa menghakimi orang yang bersalah.  Menghakimi sesama adalah satu dosa.  Tetapi kita perlu tahu dengan jelas konteks ayat tadi dan sesungguhnya kita bisa menghakimi dalam konteks penghakiman yang benar.

Matius 18:15 berkata bahwa jika saudara kita melakukan pelanggaran dosa terhadap kita, pergilah dan beritahu kepadanya tentang dosanya itu secara empat mata.  Jika dia mendengarkan dan bertobat, maka selesailah sampai disitu……Ide ini juga terdapat dalam Lukas 17:3 yang berkata jika saudaramu melanggar perintah Tuhan , tegurlah dia dan jika bertobat , ampunilah dia.
Masalah di dalam menghakimi tidak datang dari hal sederhana dan sekedar tahu diantara dua hal yang benar dan salah.  Tetapi didalam respons manusia secara alami dalam menghakimi sesama lebih dari sekedar menghakimi diri kita sendiri.  Lukas 6:42 berkata “ Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
Perhatikanlah ayat tadi, Tuhan tidak pernah berkata agar membiarkan masalah saudara-saudara kita, tapi kita perlu untuk menyelesaikan masalah kita yang pertama kali dan kemudian barulah kita bisa menegor dan menyelesaikan masalah orang lain.  Sekali lagi, disini ternyata kita boleh melakukan penghakiman yang benar sesuai Alkitab.

Tanggung jawab mendasar sebagai orang Kristen adalah menolong saudara-saudara kita yang membutuhkan. Hal ini bukan hanya kebutuhan dunia tetapi juga kebutuhan rohani dunia. Pada saat kita berdosa , kita tahu bahwa kadangkala membutuhkan sokongan dari lingkungan kita untuk “menghalalkan” masalah dosa kita.  Disinilah kita mendapatkan krisis iman atas cobaan dunia yang datang kepada kita.  Sayangnya tidak selalu mudah untuk meminta pertolongan yang kita perlukan.  Kita harus percaya kepada saudara-saudara kita untuk “menghakimi” bahwa kita perlu pertolongan dan menjadi cukup kuat dan matang di dalam Roh dalam pertolongan yang ditawarkan tadi.

Ada saat-saat di dalam kehidupan kita harus menghakimi.  Kunci untuk menghakimi adalah melalui  Roh Kasih.  Karena dengan ini penghakiman yang kita jalankan akan dilaksanakan dengan benar dan sesuai dengan kehendak Tuhan.  Matius 7:2, jika kita menghakimi , usahakanlah menolong saudara kita dalam Roh Kasih kemudian kita bisa mengharapkan kasih yang sama dari Tuhan ketika DIA menghakimi kita.

1 komentar:

  1. Shalom bapak, ibu dan saudara/i yang dikasihi oleh Tuhan. Apakah ada diantara bapak, ibu maupun saudara/i yang pernah mendengar tentang Shema Yisrael dan V'ahavta? Kalimat pernyataan keesaan YHWH ( Adonai/ Hashem ) dan perintah untuk mengasihiNya yang dapat kita temukan dalam Ulangan/ דברים/ Devarim 6 : 4 - 5 yang juga pernah dikutip oleh Yeshua/ ישוע/ Yesus di dalam Injil khususnya dalam Markus 12 : 29 - 31( juga di Matius 22 : 37 - 39 dan Lukas 10 : 27 ), sementara perintah untuk mengasihi sesama manusia dapat kita temukan dalam Imamat/ ויקרא/ Vayikra 19 : 18. Mari kita pelajari cara membacanya satu-persatu seperti yang akan dijabarkan di bawah ini :

    Ulangan/ דברים/ Devarim 6 : 4 - 5, " שְׁמַ֖ע יִשְׂרָאֵ֑ל יְהֹוָ֥ה אֱלֹהֵ֖ינוּ יְהֹוָ֥ה ׀ אֶחָֽד׃. וְאָ֣הַבְתָּ֔ אֵ֖ת יְהֹוָ֣ה אֱלֹהֶ֑יךָ בְּכׇל־לְבָבְךָ֥ וּבְכׇל־נַפְשְׁךָ֖ וּבְכׇל־מְאֹדֶֽךָ׃. "

    [ Cara membacanya dengan mengikuti aturan tata bahasa Ibrani yang berlaku, " Shema Yisrael! YHWH [ Adonai ] Eloheinu, YHWH [ Adonai ] ekhad. V'ahavta e YHWH [ Adonai ] Eloheikha bekol levavkha uvkol nafshekha uvkol me'odekha ]

    Imamat/ ויקרא/ Vayikra 19 : 18, " וְאָֽהַבְתָּ֥ לְרֵעֲךָ֖ כָּמ֑וֹךָ. "

    [ Cara membacanya dengan mengikuti aturan tata bahasa Ibrani yang berlaku, " V'ahavta l'reakha kamokha " ]

    Untuk artinya dapat dilihat pada Alkitab LAI.

    Diucapkan juga kalimat berkat seperti ini setelah diucapkannya Shema

    " . בָּרוּךְ שֵׁם כְּבוֹד מַלְכוּתוֹ לְעוֹלָם וָעֶד. "
    ( Barukh Shem kevod malkuto, le'olam va'ed, artinya Diberkatilah Nama yang mulia, KerajaanNya untuk selamanya )
    🕎✡️🐟🤚🏻👁️📜✍🏼🕯️❤️🤴🏻👑🗝️🛡️🗡️🏹⚖️⚓🕍✝️🗺️🌫️☀️🌒⚡🌈🌌🔥💧🌊🌬️❄️🌱🌾🍇🍎🍏🌹🍷🥛🍯🦁🦅🐂🐏🐑🐎🦌🐪🕊️🐍₪🇮🇱

    BalasHapus

thank you for your attention.